JAKARTA – Meski waktu solat subuh sudah terlewat 3 jam, namun suara azan nan merdu masih membahana. Dibarengi sang surya yang mulai muncul di ufuk timur, lantunan azan itu kian merdu.
Ketika dipertengahan waktu dzuhur dan asar, suara azan yang bersumber dari salah satu rumah di Kampung Melayu, Ampang, Malaysia itu kembali terdengar.
Alih-alih suara azan itu didengungkan oleh Raden Nabil Zakiyudin R Zakariya (11). Setiap hari, sebelum berangkat dan pulang sekolah, Â Nabil akan berdiri di samping ranjang ayahnya dan melantunkan azan dengan alasan agar sang ayah bisa cepat sembuh dan menemaninya salat jamaah di masjid.
Nabil  berharap dengan azan yang dia lantunkan setiap hari selama tiga tahun terakhir ini dapat menyembuhkan ayahnya. Ayah Nabil terpaksa harus terbaring di ranjang karena mengalami cidera serius setelah kecelakaan menimpanya.
Nabil mengaku dia melihat mata ayahnya bergerak setiap selesai melantunkan azan, menurutnya mungkin itu bisa menjadi terapi spiritual untuk sang ayah.
“Aku ingin ayah cepat sembuh dan menemaniku ke masjid setiap hari, seperti sebelumnya. Aku rindu salat bersamanya,” ucap Nabil.
“Selama ayah belum sembuh dan sehat seperti sebelumnya, aku tidak akan berhenti melantunkan azan dan membacakan ayat suci Al Quran untuknya,” tambahnya.
Nabil yang masih duduk dibangku sekolah dasar termasuk siswa yang berprestasi. ia pernah memenangkan peringkat ketiga, kompetisi azan yang diselenggarakan oleh Masjid Jami’il Huda di kampunya.
Dilansir Laman Malaysian Digest (2/2), anak terakhir dari tiga bersaudara itu juga sering diminta untuk menjadi muazin di masjid.





