Liga Arab Serukan Solusi Multilateral di Bawah Naungan PBB untuk Perdamaian Israel-Palestina

Ilustrasi Demo dukung Palestina di Jakarta, (8/12/2017). Protes pernyataan Trump pindahkan Ibukota Israel ke Yerusalem. Foto:Jun Aditya

MESIR – Liga Arab telah meminta upaya penyelesaian  konflik Israel-Palestina yang dimediasi AS  digantikan oleh “mekanisme multilateral” yang juga didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah Presiden AS Donald Trump  mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel.

Dalam sebuah pernyataan di pertemuan dua hari mereka di ibukota Mesir, Kairo, untuk membahas deklarasi Trump, para menteri luar negeri Arab mengatakan pada hari Kamis (1/2/2018) bahwa sudah saatnya “pembentukan mekanisme internasional dan multilateral di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjadi sponsor proses perdamaian. ”

Ahmed Aboul Gheit, kepala organisasi tersebut, mengatakan kepada media bahwa proses perdamaian seharusnya tidak lagi berada “di tangan” hanya satu faksi.

Warga Palestina berharap bagian timur Yerusalem al-Quds akan menjadi ibu kota Palestina yang berdaulat dan merdeka.

Sejak pengumuman Trump di awal Desember, Palestina telah membekukan hubungan dengan pemerintahannya. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi menerima Washington sebagai mediator.

Menanggapinya,  Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan kepada wartawan setelah sesi Kamis bahwa “mekanisme lama telah berhenti dan hanya  merupakan sejarah.”

“Ini tidak akan mengganggu kita jika Amerika Serikat menjadi bagian dari mekanisme (baru),” tambah diplomat tersebut.


Advertisement