BOGOR – Pencarian korban longsor di Puncak, Bogor kembai dilakukan Selasa pagi ini dan sejumlah alat berat di jalur Puncak sebagai antisipasi menghadapi bencana alam longsor susulan.
Atyanto Busono, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VI, Kemen PU-PR mengatakan jalur Puncak adalah jalan nasional yang ramai namun rawan bencana saat musim hujan. Ada tujuh titik longsor yang dilaporkan terjadi sepanjang jalur Puncak Senin kemarin, baik tebing maupun lereng.
Dilansir Antara, jalur Puncak sendiri sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan sejak malam tadi, tetapi tidak total karena ada potensi titik-titik longsor apabila hujan mengguyur lagi kawasan ini,
Titik ini ada di Gunung Mas, tersisa 3/4 jalan yang hanya bisa digunakan, sehingga jalur tidak bisa dilalui dua arah, sedangkan jalur lainnya bisa dilalui dua jalur.
Hujan yang mengguyur wilayah Puncak sejak Minggu malam hingga Senin memicu longsor di tujuh titik longsor di antaranya dekat Masjid At Ta`awun, Gunung Mas, dan Riung Gunung.
Satu orang meninggal dunia akibat longsor dekat Masjid At Ta`awun, satu orang kritis karena patah tulang, satu luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
Sementara itu, tim gabungan mendapatkan informasi adan korban longsor di Riung Gunung dan upaya pencarian telah dilakukan sejak Senin siang hingga pukul 18.00 WIB. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi tidak mendukung, cuaca gerimis, dan minim penerang jalan.
Petugas kembali melanjutkan pencarian pagi ini mulai pukul 06.30 WIB, untuk memastikan informasi dari warga mengenai tiga pengendara tertimbun longsor.





