Rusia Memveto Resolusi PBB untuk Kecam Iran

Ilustrasi Sidang Umum PBB. Foto: UN

NEW YORK – Rusia memveto sebuah rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (26/2/2018) yang akan mengecam Iran dan telah mencegah senjata untuk tidak mencapai Yaman yang melanggar embargo senjata yang diberlakukan PBB.

Secara keseluruhan, 11 negara memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Inggris, dengan China dan Kazakhstan berpantang. Hanya Bolivia yang menentangnya sebelum Rusia menggunakan hak veto untuk menghentikannya agar tidak bergerak maju.

“Rusia telah berulang kali menghentikan Dewan Keamanan agar tidak bertindak melawan rezim Assad yang barbar di Suriah. Hari ini, Rusia melindungi rezim yang mensponsori teroris di Iran, ” ujar utusan PBB AS Nikki Haley, dilansir Anadolu.

“Jika Rusia akan menggunakan hak veto untuk memblokir tindakan terhadap tindakan berbahaya dan mendestabilisasi Iran, maka Amerika Serikat dan mitra kami perlu mengambil tindakan melawan Iran yang tidak dapat diblokade oleh Rusia,” katanya dalam sebuah peringatan yang tidak menyenangkan.

Untuk bagiannya, Rusia berkeras bahwa pihaknya tidak dapat menyetujui sebuah rancangan resolusi yang mengatakan bahwa “pasti akan meningkatkan ketegangan regional”.

“Situasi di Yaman jauh lebih rumit daripada yang sering kita percayai,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia. “Kata-kata dalam draf Inggris itu berbahaya dan tidak stabil.”

Washington telah menuduh Iran memasok pemberontak Houthi di Yaman dengan senjata termasuk rudal permukaan ke darat yang telah digunakan melawan negara-negara yang mendukung serangan yang didukung oleh Saudi terhadap militan tersebut.

Panel Pakar Dewan Keamanan sebelumnya menetapkan bahwa senjata asal Iran telah diperkenalkan ke Yaman setelah embargo PBB diberlakukan dan bahwa Teheran telah gagal mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah pengalihan rudal balistik, peralatan militer lainnya dan udara tak berawak. kendaraan ke negara.

Rusia juga mengusulkan resolusi saingan yang tidak menyebut nama Iran namun memperpanjang embargo senjata Yaman. Langkah itu diadopsi dengan suara bulat.

Advertisement