Banjir Bandang Robohkan Jembatan Penghubung Dua Desa di Bandung Barat

Ilustrasi Jembatan Sepapan rusak akibat banjir bandang Lotim/ Suarantb

BANDUNG – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (25/2/2018) telah memutus akses jalan yang menghubungkan dua desa, yaitu Desa Gunung Masigit dengan Desa Citatah.

Jembatan beton penghubung dua desa  roboh, dan  memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan lebar dua meter. Jembatan tersebut tepat berada di aliran sungai Ciames.

Salah seorang warga yang melihat jembatan roboh, Amung (38 tahun) mengaku jembatan roboh disebabkan tergerus air sungai Ciames yang meluap. Akibatnya, tiang penahan jembatan tidak kuat sehingga seketika roboh.

 

Ia berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jembatan. Jembatan tersebut merupakan penghubung dua desa dan jarak tempuh lebih bisa disingkat. Saat ini, warga yang hendak menuju desa Masigit dari desa Citatah harus memutar jalan dengan jarak tiga kilometer.

Dirinya mengatakan saat ini para warga berinisiatif membuat jalan di jembatan yang roboh agar bisa dilalui pejalan kaki. Sementara itu, bagi pengendara roda dua dan empat masih harus memutar jalan.

“Hari ini kami bergotong royong membuat jalur pejalan kaki,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Tarkopa mengatakan jembatan Ciames sering digunakan warga Citatah yang akan berangkat menuju Gunung Masigit, Gunung Bentang dan Padalarang serta Kota Baru. Itu lantaran jarak tempuh melalui jembatan Ciames lebih cepat.

“Pengendara roda dua dan empat sering melalui jembatan ini. Namun setelah roboh, pengendara dari Citatah mesti memutar jalan jika ingin menuju Gunung Masigit dan daerah lainnya,” katanya, dikutip Republika.

Saat ini, dirinya tengah mengupayakan agar terdapat jembatan sementara yang bisa digunakan warga. Katanya, jembatan Ciames merupakan pembangunan yang dilakukan oleh BPNB pada 2015.

 

Advertisement