SURIAH – Juru bicara PBB untuk koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Jens Laerke mengatakan pemboman rezim Assad terhadap Ghouta Timur berlanjut meski ada resolusi PBB dan jeda kemanusiaan Rusia.
Berbicara kepada wartawan, Laerke meminta semua pihak untuk segera segera melaksanakan gencatan senjata.
Dia menambahkan bahwa konvoi bantuan kemanusiaan akan dikirim ke beberapa bagian Ghouta Timur kapan pun keadaan memungkinkan.
Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus, telah dikepung selama lima tahun terakhir dan akses kemanusiaan ke daerah tersebut, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, telah benar-benar terputus.
Dalam delapan bulan terakhir, pasukan rezim Assad telah mengintensifkan pengepungan Ghouta Timur mereka, sehingga hampir tidak mungkin untuk makanan atau obat-obatan masuk ke distrik tersebut, dan meninggalkan ribuan pasien yang membutuhkan perawatan.
Sejak 19 Februari, meningkatnya permusuhan telah mengakibatkan 500 kematian dan sekitar 1.500 orang luka-luka di Ghouta Timur, dengan 24 fasilitas kesehatan terkena serangan dan serangan udara, menurut pejabat PBB.
Suriah telah terkunci dalam konflik yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim tersebut menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga.
Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik sampai saat ini.





