Keluarga Narkoba

Anak dan menantu Elvy Sukaesih, terjerat narkoba, karena kurang pengawasan dalam keluarga.

KELUARGA sakinah, adalah doa setiap tamu kepada kedua mempelai di pelaminan. “Keluarga Cemara” adalah sinetron lama (1990-an) di RCTI dan TV-7 yang akan digarap ulang untuk bioskop. Bagaimana keluarga narkoba? Amit-amit, anak cucu jangan nemu. Tapi itulah yang terjadi pada keluarga Ratu Dangdut Elvy Sukaesih. Tiga anak-anaknya dan 2 anak menantunya menjadi pengidap narkoba. Rusak, rusak……..

Setiap kita menghadiri acara kondangan perkawinan, kepada kedua mempelai selalu berdoa; agar mereka menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah. Menjadi keluarga yang diberi kedamaian hati, dilapisi kasih sayang, dan mendapat rahmat dari Allah SWT. Pendek kata berbahagia dunia akhirat, sampai menjadi kakek nenek. Gemrayah (banyak) ditunnggui putra wayah (anak cucu). Begitulah basa-basinya. Soal mereka benar-benar berbahagia nantinya, itu urusan mereka masing-masing.

Soalnya, di banyak kejadian, ada perkawinan yang hanya berusia seumur jagung. Meski sudah didoakan ratusan bahkan ribuan tamu, 3 bulan atau 6 bulan berikitnya sudah bubar rumahtangga mereka. Bahkan ada juga, pengantin lelaki menceraikan istrinya gara-gara terpikat pada MC sang pembawa acara pada pernikahannya tempo hari. Agaknya si lelaki bahagia betul, karena berhasil menikahi MC yang juga presenter TV itu.

Maka paling bahagia contohlah “Keluarga Cemara” sinetron karya Arswendo Atmowiloto yang pernah ditayangkan di RCTI dan TV-7 pada tahun 1996 hingga 2004 itu. Itulah contoh dan gambaran sebuah keluarga ideal. Meski hidup sederhana, Abah (Adi Kurdi) dan Emak (Novia Kolopaking) selalu menanamkan pentingnya pendidikan kejujuran dalam keluarga. Abah digambarkan sebagai kepala keluarga yang hangat, sabar dan penuh teladan bagi istri dan ketiga anaknya.

Bagaimana dengan “Keluarga Narkoba”? Ini bukan sinetron, bukan pula film, tapi kehidupan nyata yang sedang menjadi lakon keluarga Ratu Dangdut Elvy Sukaesih. Di hari tuanya semestinya dia berbahagia bersama anak cucu, tapi justru harus malu dan menderita gara-gara kelakuan anak-anaknya, termasuk juga para mantunya. Jika pelawak Asmuni Srimulat masih hidup, pasti akan komentar, “Ini keluarga cap apa?”

Semua itu karena narkoba. Pada pertengahan Februari lalu lima anggota Keluarga Elvy Sukaesih ditangkap polisi, di rumahnya Gg. Usaha Jl. Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Mereka itu adalah: Dhawiya Zaida (32), Muhammad (33), pacar atau tunangan Dhawiya; Syehan (46), anak Elvy Sukaesih; Ali Zaenal Abidin (47), anak Elvy Sukaesih; dan Chauri Gita (30), istri Syehan. Bagaimana si Ratu Dangdut tak nyeseg di dada, keluarga tercintanya digelandang ke kantor polisi gara-gara sabu.

Elvy sungguh kaget. Tak menyangka bahwa mereka yang selama ini nampak damai, tenang, tapi justru tenang yang menghanyutkan. Tak ada tanda-tanda mereka adalah pendamba narkoba, tak ada ciri-ciri bahwa mereka selama ini jadi pengasup barang haram. Padahal sejak tahun 2010 Dhawiya sudah terkena, bahkan ada yang jadi pengidap sabu sejak tahun 2005.

Di usia senja Elvy Sukaesih memang terus sibuk di seputar perdangdutan. Seperti saat anak dan menantunya digelandang polisi, dia sama sekali tak melihatnya karena sedang sibuk jadi juri dangdut di TV Indosiar. Dia biasa tak ketemu keluarga 3-4 hari meski tinggal satu rumah. Bila mau berkomunikasi cukup melalui telpon. Di mata Elvy keluarganya semua baik-baik saja.

Padahal celah-celah seperti itulah yang dijadikan peluang setan narkoba untuk masuk. Maka banyak keluarga terhormat yang kebobolan. Kelihatannya mereka tampil sebagai keluarga sakinah penuh berkah, padahal sesungguhnya justru pecinta dadah. Setelah tahu, kepala keluarga hanya bisa mengumpat: bedebah dan haram jadah! (Cantrik Mataram)

Advertisement