PASAMAN – Gempa berkekuatan 4,4 skala richter mengguncang Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat pada Rabu (21/3/2018) pukul 08.55 WIB.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono mengatakan gempa yang berlokasi di 0,21 lintang utara dan 100,34 bujur timur serta kedalaman 173 kilometer tersebut disebabkan sesar besar Sumatera atau sesar semangko yang memanjang dari Aceh hingga Lampung dan melalui beberapa kabupaten di Sumatera Barat seperti Kabupaten Solok.
Selanjutnya lempeng Indo-Australia yang menabrak bagian barat pulau Sumatra secara miring, zona subduksi atau yang biasa disebut Megathrust Subduction Sumatera.
Penyebab ke tiga adanya Sesar Mentawai yang berada dibatas antar dua lempeng tersebut yang dibatasi oleh palung terdapat zona subduksi dangkal, ujarnya.
Ia meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan namun tidak boleh panik, melainkan tetap tenang dan mencari perlindungan.
“Sumbar salah satu daerah rawan gempa,” ujarnya. “Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kejadian gempa bumi secara akurat,” tambahnya, dikutip Antara.





