Rusia Bawa Belasan Warga Suriah Sebagai Saksi di OPCW Terkait Serangan Kimia

DEN HAAG – Para pejabat Rusia telah membawa lebih dari 12 warga Suriah, termasuk anak-anak, ke markas besar pengawas senjata kimia global untuk mendukung klaim mereka bahwa serangan gas yang dilaporkan di Douma awal bulan ini disengaja dilakukan.

Namun Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan sekutunya memboikot acara itu pada Kamis (26/4/2018)  di Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia di Den Haag, Belanda, mencapnya sebagai propaganda dan hanya sebagai topeng.

Orang-orang Suriah itu diterbangkan ke Eropa untuk menceritakan kisah mereka di OPCW, dan kemudian diantar ke sebuah ruangan yang penuh dengan wartawan di sebuah hotel. Rusia mengatakan pernyataan itu membuktikan bahwa serangan kimia yang dituduhkan pada 7 April itu dibuat dengan sengaja untuk menuduh pemerintah Suriah dan Rusia sebagai pelakunya.

Para ahli dari OPCW saat ini berada di Suriah untuk menyelidiki dugaan serangan gas klorin atau sarin pada Douma yang, para pekerja penyelamat dan petugas medis, mengatakan membunuh belasan orang.

Penyelidikan itu diluncurkan setelah video dari serangan yang tampak muncul dan mendorong serangan Barat belum pernah terjadi sebelumnya pada instalasi militer Suriah.

Namun Suriah dan Rusia menuduh para pekerja penyelamat sukarela yang beroperasi di wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah, yang dikenal sebagai White Helmets, sengaja membuat rekaman itu.

Dalam salah satu video, seorang anak muda yang diidentifikasi sebagai Hassan Diab terlihat sedang diserang dan menggigil.

Pada konferensi pers di Den Haag, Diab mengatakan bahwa dia tidak tahu mengapa orang mulai menuangkan air kepadanya di rumah sakit.

“Kami berada di ruang bawah tanah. Kami mendengar tangisan di jalan bahwa kami harus pergi ke rumah sakit. Kami ketakutan,” kata Diab.

“Orang-orang yang tidak dikenal mulai menciptakan kekacauan, dan menuangkan air pada orang. Kami adalah spesialis dan kami bisa melihat tidak ada gejala penggunaan senjata kimia,” kata dokter Khalil, yang mengatakan dia sedang bertugas di unit perawatan darurat.

Dia mengatakan “pasien dengan gejala tersedak” telah mulai datang ke rumah sakit sekitar pukul 19:00, tetapi “itu adalah hasil dari orang yang menghirup debu dan asap” dari pemboman itu.

Advertisement