Virus Nipah di India Tewaskan Tiga Orang, Warga Diimbau Waspada

Ilustrasi/ AFP

INDIA – Virus mematikan yang dinamakan nipah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan, memicu peringatan kesehatan di seluruh negara tersebut sejak Senin (21/5/2018).

Sementara itu delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki untuk kemungkinan kaitan dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan telah mendesak warga untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari departemen kesehatan. “Departemen kesehatan melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa orang yang terinfeksi dan mencegah kemajuan virus,” ujarnya di Twitter, seperti dipantau AFP.

Sampel yang diuji di laboratorium pemerintah mengkonfirmasi keberadaan virus Nipah dalam tiga kematian,  “Kami telah mengirim sampel darah dan cairan tubuh dari semua kasus yang dicurigai untuk konfirmasi. Ini memakan waktu 24-48 jam untuk hasil selanjutnya. ”

Press Trust of India melaporkan ketiganya yang meninggal termasuk dua saudara kandung pada usia awal dua puluhan. Seorang asisten perawat yang telah merawat mereka juga meninggal hari Senin sementara ayah dari para korban menjalani perawatan di rumah sakit.

Tetangga mengatakan kepada media setempat bahwa saudara kandung yang meninggal telah makan buah yang diambil dari sebuah kompleks tempat mereka membangun rumah. Seekor kelelawar ditemukan di sumur rumah mereka yang kemudian diambil untuk diteliti.

Nipah memiliki gejala mirip flu yang sering menyebabkan ensefalitis dan koma. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan kelelawar buah dianggap sebagai pembawa utama dari virus yang hingga kini tidak ada vaksinasinya.

Nipah pertama kali diidentifikasi di Malaysia pada tahun 1998 dan menyebar ke Singapura dan lebih dari 100 orang tewas di kedua tempat itu.

Advertisement