Protes Gaza Masih Berlanjut, Israel Desak Warga Palestina Jauhi Perbatasan

Ilustrasi Kerusuhan di Gaza, 6 April 2018/ Anadolu
GAZA – Selama lebih dari dua bulan, warga Palestina di Jalur Gaza telah melakukan protes di sepanjang pagar yang berbatasan dengan Israel untuk menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah dan tanah keluarga mereka yang diusir sejak 70 tahun yang lalu.

Pawai Besar Maret of Return memuncak pada 15 Mei setelah pendirian Israel pada tahun 1948 dan ketika 750.000 orang Arab dipindahkan dari Palestina.

Demonstrasi massa pun masih berlanjut hingga hari Jumat (8/6/2018).


Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 121 orang Palestina di daerah kantong yang terkepung dan melukai lebih dari 13.000 orang.

Hari ini, Israel kembali memperingatkan orang-orang di Gaza untuk menghindari perbatasan.

Tentara Israel telah memperingatkan orang-orang di Gaza untuk tidak mendekati perbatasan dengan Israel selama demonstrasi hari Jumat, ketika jumlah demonstran diperkirakan lebih banyak lagi.

Dalam serangkaian tweet yang dikeluarkan pada hari Kamis, militer Israel mengatakan mereka telah menjatuhkan selebaran di Gaza yang memperingatkan orang-orang dari mendekati pagar keamanan.

Surat kabar Israel Haaretz mengatakan selebaran itu mendesak orang-orang di Gaza “untuk tidak membiarkan Hamas mengubah warga Palestina menjadi alat untuk melayani kepentingannya pribadi mereka”.

“Kami mendorong Anda untuk tidak ambil bagian dalam demonstrasi dan anarkisme dan tidak menempatkan diri Anda dalam bahaya,” kata selebaran itu, dipantau Aljazeera.

Advertisement