Hampir Sebulan Korban Kebakaran di Solo ini Tidur di Teras Rumah Tetangga

Ilustrasi Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati/ TMC Polda Metro

SOLO – Maryati (57) harus kehilangan tempat tinggal akibat bencana kebakaran yang melanda pabrik tekstil dan menimpa tujuh hunian di Kampung Gurawan, Kelurahan Pasar Kliwon, Solo, Rabu (27/6/2018) lalu.

Sudah hampir sebulan ini Maryati bersama korban kebakaran lainnya harus mengungsi di rumah para tetangga yang lolos dari kebakaran. “Tidurnya di teras rumah Bu Rahayu. Rumah saya sudah tidak bisa dihuni lagi,” katanya.

Namun kini sudah  tiga malam Maryati bisa kembali menempati bangunan rumahnya yang berukuran 9×2,5 meter meskipun sisa-sisa kebakaran masih terlihat di setiap sudut bangunan itu.

Rumahnya bisa ddirenovasi seddikit demi sedikit dari dana sumbangan para warga yang peduli dengan kondisi itu digunakan untuk memperbaiki atap rumah-rumah warga yang terbakar.

“Ya lumayan lah yang penting atapnya sudah ada, kalau bangunannya sih masih seperti itu [hangus dan rawan ambruk],” katanya.

Hal senada disampaikan korban lainnya, Agus Santoso, 48, yang merasa bersyukur kini bisa kembali menempati bangunan rumahnya yang hangus terbakar. Pendapatannya yang pas-pasan sebagai buruh pabrik tak mencukupi untuk memperbaiki bangunan rumah tersebut.

“Alhamdulillah ada warga yang peduli dengan kami,” katanya.

Meski sebenarnya sangat butuh bantuan, warga tak berharap banyak pada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Apalagi bangunan yang mereka tempati adalah liar karena berada di tanah negara. “Kami tahu diri, kami tinggal di tanah negara.”

Ketua RT 003/RW 007 Gurawan, Pasar Kliwon, Heru Yulianto, mengaku miris melihat kondisi warganya yang menjadi korban kebakaran. “Mereka harus tidur di teras rumah warga. Ada juga yang tidur di luar,” katanya.

Karena itulah, warga bergotong royong dan dana dari berbagai pihak yang berdatangan untuk membantu digunakan untuk memperbaiki rumah-rumah warga tersebut. Sejauh ini belum ada bantuan dari Pemkot Solo bagi para korban kebakaran.

“Dana murni dari warga sekitar sini dan kampung-kampung sebelah yang merasa kasihan dengan mereka,” katanya, dikutip Solopos.

Advertisement