Keluarga Hanum yang Cedera Akibat Hukuman Squat Jump Mengaku Kesulitan Biaya

Mas Hanum Dwi Aprilia terbaring kemah/ Grid

MOJOKERTO – Pihak keluarga Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi kelas XI IPS-2 SMAN 1 Gondang yang mengalami cidera parah pada syaraf tulang belakang mengaku kesulitan biaya.

Ayah korban, Sugiono mengaku, kesulitan biaya karena selama menjalami perawatan di pengobatan tradisional Sangkal Putung Umi-Abi di Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto juga belum dibayar.

Selain itu, lanjut Sugiono, biaya untuk keluarga yang akan menunggu korban selama di RSUD Prof Soekandar juga menjadi pertimbangan. Pasalnya, korban merupakan warga Kecamatan Krian, Kabupaten Jombang yang jaraknya cukup jauh dari RSUD Prof Dr Soekandar.

“Belum tahu ini, harapannya ada bantuan dari pihak sekolah. Kemarin di sangkal putung pihak sekolah datang sekali dan memberikan bantuan uang tapi ya tidak cukup. Kita mikir dari rumah kesini (RSUD, red), apalagi belum tahu sampai kapan. Kalau soal biaya RS, ada BPJS kelas III,” ujarnya, dikutip beritajatim.

Sebelumnya diberitakan Hanum mengalami cedera setelah melakukan hukuman fisik squat jump  karena terlambat datang di pertemuan ekstrakurikulernya.

 

Advertisement