Nelayan Tolak Angkut Jenazah di Sidoarjo, Ini Alasannya

ilustrasi: jenazah

SIDOARJO – Sesosok jenazah ditemukan  mengapung di Kali Jangkang Desa Prasung Kecamatan Buduran dan masih menunggu dievakuasi karena sejumlah nelayan enggan mengangkut jenazah tersebut.

Nelayan atau pelaut yang memiliki perahu, hampir semua tak bersedia membantu evakuasi dengan menggunakan perahu.

Polisi dan masyarakat masih berkordinasi untuk mengevakuasi mayat tersebut. Sampai kini mayat tanpa identitas masih di ganjal dengan kayu agar tidak ikut hanyut derasnya air laut pasang.

“Sengaja di hadang kayu kanan kiri agar tidak terus hanyut mengikuti air pasang,” kata Kanit Reskrim Polsek Buduran Iptu Nanang, Senin  (23/7/2018), dikutip beritajatim.

Dia menambahkan, kalau pemilik perahu tak bersedia membantu evakuasi melalui jalur air, nanti akan dievakuasi dengan jalur darat. “Mayat akan diangkat ke daratan dimasukkan sarung lalu ditandu atau dipikul menuju perkampungan,” tandasnya.

Sementara  pemilik perahu menolak membantu mengangkut maupun menyeret mayat dengan ditidurkan menggunakan kayu maupun sejenisnya, karena menurut Misbahuddin salah satu perangkat Desa Prasung, bercerita konon, kalau ada perahu habis dibuat mengangkut mayat, malamnya “glodak-glodak” atau perahu goyang sendiri saat malam hari.

“Mitos itu sampai sekarang berlaku. Makanya pemilik perahu tidak ada yang bersedia untuk ikut mengangkut mayat,” jelasnya.

Advertisement