Darling Dompet Dhuafa, Sangat Dinanti Ketika Bencana

Karena banyaknya terjadi bencana di Indonesia, kehadiran Dapur Keliling (Darling) Dompet Dhuafa sangat terasa manfaatnya.

Baru saja menyelesaikan respon banjir bandang di Banyuwangi, Jawa Timur. Tepatnya di Kecamatan Singojuruh pada Jumat (22/6), di mana banjir melanda 3 dusun yaitu Dusun Garit, Karangasem, dan dusun Bangunrejo. Tim Mobil Darling (DapurĀ  Keliling) Dompet Dhuafa mendapat perintah baru untuk membantuĀ  Ā pengungsi di Dusun Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.

ā€œAl hasil, kita segera menyeberang dari Banyuwangi ke Bali, tugas memanggil,ā€ ungkap Rusdi, Pengemudi Darling. Ia didampingi Lukman dari Lembaga Pelayan Masyarakat yang ditugaskan untuk menjadi PIC Darling dan Maizar Helmi, Tim Respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.

ā€œSaat ini Darling berada di radius 17 km dari puncak Gunung Agung, Bali. Darling akan menjadi dapur umum yang menyediakan makanan bagi para pengungsi erupsi Gunung Agungā€, pungkas Maizar.

Selain makanan, lanjutnya, dengan Darling, Dompet Dhuafa pun menggulirkan sejumlah bantuan logistik untuk kebutuhan para pengungsi di tempat pengungsian dan peralatan posko pra bencana.

Mangku Sukra, selaku Koordinator Pengungsian dan Pemimpin Upacara Adat Banjar Wates Tengah, mengatakan, kedatangan Darling membawa dampak antara lain bangkitnya semangat gotong royong warga dalam menyiapkan kebutuhan bersama selama terjadinya bencana.

ā€œDi wilayah ini mengungsi 850 orang. Bantuan dari Dompet Dhuafa sangat luar biasa. Terima kasih banyak para donatur, semoga selalu bisa mendampingi kegiatan-kegiatan yang sudah disinergikan dari waktu-waktu sebelumnyaā€ ungkap Sukra.

Sebelumnya Gunung Agung kembali erupsi pada Rabu (4/7) pukul 23:47 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi ± 1 menit 43 detik.

Pada Kamis (5/7) pukul 16:33 WITA Gunung Agung erupsi lagi dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.800 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 8 menit 56 detik.

ā€œKarena kondisi itu warga sekitar Gunung Agung panik dan khawatir, sehingga harus mengungsi ke tempat aman,ā€ terang Sukra.

Alhamdulillah kondisi erupsi mulai menurun, sekitar (10/7) warga sudah banyak yang kembali ke rumah masing-masing. Darling, pun dipanggil untuk kembali ke markas Dompet Dhuafa, Jakarta.

ā€œDi tengah perjalanan pulang, kita dapat perintah untuk langsung menyeberang ke Sumatera, tepatnya Lampung, untuk mendukung kampanye Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Dompet Dhuafa. Darling bertugas menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk masyarakat nelayan Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur,ā€ ungkap Rusdi, Pengemudi Darling.

Meski sudah bermingu belum pulang ke rumah sejak bertugas ke Banyuwangi, Bali dan sekarang Lampung, ia mengaku menjalankannya dengan senang hati. Ia merasa puas ketika melihat senyum para pengungsi antere mengambil makan yang sudah diolah oleh Tim Darling.

ā€œHanya dalam bilangan menit kita sudah bisa hadirkan dapur umum untuk mensuplai bantuan makanan untuk korban bencana. Kita parkir, bukan jendela dan nyalakan kompor gas yang sudah ada di mobil kita siap memasak makanan dari bahan mentah yang sebelumnya kita siapkan sebelum ke pengungsian,ā€ terang Rusdi.

Dilanjutkan Rusdi, beberapa menit atau jam kemudian kita sudah bisa salurkan makanan kepada ratusan pengungsi. Selain menjadi Pengemudi, Rusdi terkadang ikut membantu warga yang mendapat jatah piket memasak di pengungsian.

ā€œMemasak di Darling biasanya dilakukan secara gotong royong oleh masyarkatĀ  setempat, agar menu yang disajikan sesuai selera masyakat setempat, Darling hanya menyediakan bahan dan fasilitas saja,ā€ terang Rusdi, yang dicandai oleh teman-teman di lapangan sebagai ā€˜dokter spesialis tulang’ (maksudnya Rusdi sangat piawai mengolah segala tulang; tulang iga, tulang rawan dan tulang-tulang lainnya untuk dijadikan sup yang enak).

Kebutuhan Ramadhan

Kehadiran Darling sebenarnya belumlah lama. Hanya sejak awal tahun 2018, dan direalisasikan berdasarkan kebutuhan pada waktu ramadhan.

Demikian disampaikan Lukman, PJ Darling dari LPM Dompet Dhuafa kepada Swara Cinta. DikatakanĀ  Lukman, Darling resmi diluncurkan pada ramadhan 2018 kemarin. Awalnya untuk mendukung buka puasa bersama di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara kawasan yang digusur pemerintah Jakarta sebelumnya, yang sampai kini warganya masih tinggal di hunian sementara yang dibangun masa Gubernur Anies Baswedan.

ā€œBersama Gubernur Anies Baswedan diadakan buka puasa bersama pengungsi Kampung Akuarium dan Darling memberikan pelayanan penyediaan menu berbuka,ā€ ungkap Lukman.

Darling ini berada di bawah pengelolaan Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa (LPM-DD). Meski belum lama kehadirannya tapi sudah memberikan layanan antar pulau di Indonesia. Mulai dari Jabodetabek, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali dan Sumatera.

Dikatakan Lukman, selain warga masyarakat yang memberikan apresiasi yang baik, dengan kehadiran Darling, Gubernur DKI, Dirjen Linjamsos Kemensos serta Mentri BUMN yang sempat berkunjung ke lokasi bencana selalu memberikan apresiasi ke Darling Dompet Dhuafa karena mengolah sendiri makanan sehat untuk warga yang dilanda bencana.

. ā€œSayang saat ini baru ada satu unit,ā€ kata Lukman.

Karena besar manfaatnya dan memang negeri kita sering terjadi bencana dan membutuhkan kecepatan dalam memberikan pelayanan makanan untuk pengungsi, maka sangat dibutuhkan Darling-Darling lainnya lebih banyak lagi. Tentunya akan terujud kalau ada yang membantu pengadaannya.

Advertisement