RIYADH – Koalisi militer Arab pimpinan Arab Saudi mengatakan akan menyelidiki serangan udara yang menewaskan sedikitnya 50 orang, di Yaman.
Sebelumnya koalisi membela serangan itu dan menyebutnya “tindakan militer yang sah.”
Perubahan sikap itu terjadi ketika serangan itu menuai kecaman luas internasional, termasuk seruan Dewan Keamanan PBB untuk penyelidikan independen atas serangan udara tersebut.
Pemberontak Houthi Yaman mengatakan sedikitnya 40 anak tewas dalam serangan hari Kamis (9/8/2018) di bagian utara negara itu. Salah satu rudal menghantam bus yang membawa anak-anak pulang dari piknik sekolah musim panas. Pemberontak mengatakan serangan juga melukai sedikitnya 77 orang.
Juru bicara Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, mengatakan dalam pernyataan, kasus itu telah dirujuk ke badan investigasi koalisi.
Koalisi militer Arab pimpinan Arab Saudi semula menuduh Houthi merekrut anak-anak dan menggunakan mereka di medan perang sebagai perisai.
Dilansir VOA, Sabtu (11/8/2018), Dewan Keamanan PBB juga menyerukan dilakukan penyelidikan yang kredibel dan transparan terhadap serangan itu. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mendesak “penyelidikan independen dan segera.”





