NATO Mundur, Taliban Muncul

ilustasi

MEMANFAATKAN kelemahan pasukan pemerintah Afghanistan pasca penarikan pasukan AS dan sekutu-sekutunya di Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari negeri itu sejak 2014, milisi Taliban mulai melancarkan ofensif baru.

Milisi Taliban melancarkan serangan fajar ke kota Ghazni, Jumat dinihari (10/8) dan saat aparat keamanan sedang terkonsentrasi untuk membebaskan kota tersebut, mereka mengalihkan medan tempur ke Distrik Ghormach, Provinsi Faryab, Afghanistan utara.

Menhan Afghanistan Tariq Shah Bahrani menyebutkan, paling tidak 100 anggota pasukan pemerintah tewas akibat serangan fajar – agaknya untuk mengetes kesiapan lawan – yang dilancarkan milisi Taliban Jumat dinihari.

Sebaliknya, pasukan pemerintah didukung satuan khusus dilaporkan berhasil menewaskan 194 anggota Taliban termasuk belasan komandan lapangan mereka.

Pasukan pemerintah mengalami kesulitan karena kelompok penyerang berbaur dan bersembunyi di rumah-rumah warga dan milisi Taliban paham betul, satuan pemerintah tidak akan menembaki warga.

Pejabat di Ghazni juga mengingatkan, pertempuran memperebutan kota Ghazni yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari ibukota Afghanistan, Kabul, bisa memakan waktu berbulan-bulan.

“Tidak ada yang bisa menilai situasi secara akurat karena layanan komunikasi terputus, “ kata seorang anggota Dewan Kota Moh. Rahim Hasanyar.

Situasi di kota Ghazni, 120 Km sbelah barat ibukota,Kabul, dilaporkan mirip kota hantu setelah milisi Taliban menguasai sebagian wilayah kota, melakukan razia dari rumah ke rumah untuk mencari dan membunuh pejabat pemerintah yang ditemukan.

Saksi mata mengungkapkan, milisi Taliban juga membantai puluhan warga setempat yang dianggap tidak mau bekerjasa dengan mereka. Salah seorang diantaranya mengatakan telah menyaksikan tumpukan jenasah, kemungkinan warga sipil, diangkut dengan dua truk untuk dikuburkan di TPU di kota Ghazni.

Sementara di Distrik Ghormah, pasukan Taliban yang mengepung pangkalan angkatan darat Afghanistan di wilayah itu berhasil merebutnya setelah terlibat pertempuran sengit selama tiga hari sejak Minggu lalu (12/8).

Sebagian besar wilayah pangkalan AD yang dipertahankan sekitar 100 tentara tersebut sejauh ini masih dikuasai pemberontak. 14 tentara dileporkan tewas, 17 ditawan dan 57 lainnya menyerah pada pemberontak.

Taliban, semula gerakan nasionalis beraliran sunni yang dibentuk pada 1994, berhasil menguasai pemerintah Afghanistan selama 1996 – 2001 sebelum digulingkan oleh Amerika Serikat setelah mereka dituduh mendalamgi pengeboman gedung WTC pada 11 September 2011.

Milisi Taliban yang beranggotakan puluhan ribu orang beroperasi di wilayah Pakistan dan Afghanistan, bagaikan “duri dalam daging” bagi kedua negara itu. (AFP/AP/Reuters/NS)

Advertisement