Masih Kemarau, Warga Karanganyar Sudah Waspada Longsor

Ilustrasi Rumah di Luwu Timur tertimbun longsor/ Tribun Timur

KARANGANYAR – Masyarakat di wilayah Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, tetap mewaspadai ancaman longsor meski saat ini masih musim kemarau.

Ancaman longsor mulai diwaspadai terutama pada awal-awal memasuki musim penghujan, sekitar September mendatang, karena tanah yang lama dalam kondisi kering biasanya rapuh dan merekah sehingga ketika diguyur air hujan sangat mudah longsor.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, terdapat enam daerah di Tawangmangu yang rawan longsor. Masing-masing daerah itu, yakni Tengklik, Blumbang, Nglebak, Gondosuli, Sepanjang, dan Bandardawung.

“Secara geografis, lokasi Tawangmangu ini kan berada di dataran tinggi [tanahnya dikenal mudah bergerak]. Tapi, enam daerah itu yang rawan longsor. Kami terus memantau kondisi di masing-masing daerah itu meski ancaman di musim kemarau tak seperti saat berlangsung musim penghujan yang diprediksi September atau Oktober mendatang,” kata Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, Rabu (15/8/2018).

Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko, menginstruksikan ke sejumlah sukarelawan di Bumi Intanpari guna memantau daerah minim air. Hal itu terutama di Karanganyar bagian selatan dan Gondangrejo.

“Sampai sekarang belum ada daerah di Karanganyar yang terdampak musim kemarau [kekurangan air bersih],” katanya.

Advertisement