Sanksi AS Perburuk Ekonomi Iran

Ilustrasi/ Reuters

TEHERAN – Laporan terbaru dari pusat penelitian Iran mengatakan penarikan AS dari kesepakatan nuklir 2015 dan sanksi baru AS diperkirakan akan sangat mempengaruhi ekonomi Iran.

Sebuah laporan oleh Pusat Penelitian Parlemen Iran memperkirakan bahwa ekonomi akan tumbuh baik 0,5 persen atau minus 2,8 persen pada akhir Maret 2019, yang menandai akhir dari tahun Persia saat ini.

Laporan tersebut, yang dipantau Anadolu, Senin (3/9/2018),  merekomendasikan bahwa pemerintah Iran harus mengurangi ketergantungan pada impor dan mengaktifkan sektor yang memiliki hubungan kuat dengan sektor ekonomi lainnya, dengan penekanan khusus pada perhatian pada sektor perumahan.

Kesepakatan itu menempatkan pembatasan ketat pada program nuklir Iran dengan imbalan miliaran dolar dalam bantuan sanksi.

Pada bulan Mei tahun ini,  Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari perjanjian dalam sebuah langkah yang dikecam keras oleh penandatangan kesepakatan Eropa.

Washington kemudian menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, yang terutama menargetkan sektor perbankan negara itu.

Negara-negara Uni Eropa, untuk bagian mereka, telah mendesak Teheran untuk tetap menjadi pihak perjanjian, meskipun Iran belum menanggapi panggilan ini.

Advertisement