BEIJING – China mengatakan bahwa pihaknya dengan tegas menentang Amerika Serikat ikut campur masalah tuduhan kekerasan yang dilakukan pada Muslim Uighur.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Cina, Geng Shuang, sebagaimana dilansir Reuters, mengatakan pada Rabu (12/9/2018) di Beijing, jika negaranya menentang AS yang menggunakan isu Xinjiang untuk campur tangan dalam urusan internal.
Pemerintahan Trump sebelumnya dberitakan tengah mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China terkait dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Salah satu sumber sari kongres AS, mengatakan pemerintah AS telah berdialog atas kemungkinan hukuman ekonomi dalam menanggapi laporan penahanan massal etnis Uighur dan Muslim lainnya, yang telah memicu kecaman internasional.





