Israel Senang Bantuan untuk Rakyat Palestina Dihentikan

Ilustrasi Kantor PLO Washington ditutup, seiring dengan diputusnya bantuan AS terhadap Palestina. Foto: Anadolu Agency

YERUSALEM – Israel memang tidak punya hati sedikitpun terhadap rakyat Palestina. Bahkan ketika bantuan untuk pengungsi Palestina dihentikan Amerika Serikat (AS) sekutunya, Israel merasa senang tak terkira.

Sehubungan dengan diputusnya bantuan terhadap Palestina oleh AS, sekaligus AS menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina di Washington.

Hal itu malah disambut baik oleh Israel.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan keputusannya pada Senin, mengatakan kantor — yang juga berfungsi sebagai kedutaan Palestina — “akan ditutup pada saat ini”.

Tindakan itu muncul sebagai pembalasan nyata bagi upaya pemimpin Palestina menuntut kejahatan yang diduga dilakukan oleh Israel ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang berpusat di Den Haag.

Harian Times of Israel mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berbunyi, “Banding Palestina terhadap ICC dan penolakan mereka terhadap perundingan dengan Israel dan AS bukanlah cara untuk mencapai perdamaian.”

“Tindakan AS mengambil sikap yang jelas dalam masalah ini adalah hal yang baik,” tambah pernyataan itu.

Penutupan kantor PLO terjadi tidak lama setelah AS mengakhiri semua pendanaan untuk UNRWA, badan pengungsi Palestina yang kekurangan uang.

Seperti dilansir oleh Anadolu Agency, Yerusalem masih menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya bisa berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Advertisement