Pemandangan Eksotik Danau Kembar

Keelokan danau dipadu hijaunya hamparan perkebunan teh dan sayuran, menjadikan wisata ke Danau Kembar sulit dilupakan. Di pagi hari, sinar matahari hanya terlihat memerah di ufuk timur. Kabut dan awan putih masih melingkupi bumi Lembah Gumanti dan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, di mana Danau Diatas dan Danau Dibawah memancarkan aura keelokannya.

Ia seperti bidadari tidur, terlihat tenang dan nyaman, namun tetap memancarkan aura keelokannya. Belum banyak geliat kehidupan yang berdenyut di permukaannya. Hanya beberapa nelayan yang mendayung perahu dan sesekali menarik jaring yang dilempar ke dalam danau.

Di kejauhan, air danau ini terlihat membiru dan semua alam terpengaruh pantulan warnanya, tidak begitu terlihat riak dan gelombang. Subhanallah, indahnya mendatangkan perasaan nyaman dan menenangkan. Rasa itu jauh menusuk ke dalam sukma, membuat kita betah duduk berlama-lama melepaskan padangan ke sekeliling panorama.

Danau Diateh (di atas, karena lokasinya berada di bagian atas) terletak di Nagari Tanjuang Nan Ampek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok Sedangkan Danau Dibawah terletak di Nagari Bukit Sileh, Kecamatan Lembang Jaya. Posisi Danau Diateh terletak di pinggir Jalan Raya Padang – Muara Labuh, sedangkan Danau Dibawah tidak terlihat dari jalan utama, jika ingin menyaksikannya harus masuk ke arah timur sekitar 300 meter.

Apabila pengunjung ingin menikmati keduanya, tinggal naik ke Panorama dan membelakanglah ke arah timur, tolehkan wajah ke kanan akan melihat kecantikan Danau Dibawah dan ketika menoleh ke kiri akan menikmati keelokan Danau Diatas. Karena itu pula keduanya disebut Danau Kembar.

Uniknya, ketika dilihat dari Panorama, seakan-akan Danau Diatas berada di bawah, dan sebaliknya Danau Dibawah berada di atas, karena Bukit Panorama sendiri, tepat berada di samping Danau Dibawah.

Jika hari libur, lautan manusia memenuhi Bukit Panorama untuk mengukir kenangan dan menikmati keindahan alam yang indah tak terkira. Di sekeliling danau terhampar pertanian sayuran segar menambah sejuknya mata menikmati alam. Sepanjang jalan pun mata pengunjung dimanjakan hamparan luas perkebunan teh nan hijau.

Suasana itu  bertambah seru karena suhu dingin yang menjalari seluruh tubuh pengunjung, karena memang Danau Kembar berada di kawasan ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sini sangat dibutuhkan baju hangat (jaket), sarung dan kain panjang, bahkan penduduk asli pun menggunakannya untuk menghangatkan tubuh.

Luas Danau Diatas  sekitar 17,20 meter persegi, panjang 6,25 km dan lebar 2,75 km. Danau ini cukup dangkal, dengan bagian terdalam hanya 44 meter. Sedangkan permukaan air Danau Dibawah berada pada ketinggian 1.566 mdpl. Artinya, permukaan airnya sama tinggi dengan dasar air Danau Di Atas. Namun, danau yang memiliki luas 16.90 meter persegi, panjang 5,62 km dan lebar 3,00 km ini sangat dalam, yaitu 886 meter.

 

Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah, dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Pariaman, Naik Bus Damri ke Kota Padang. Dari Kota Padang kita bisa naik bus antarkota dalam provinsi menuju Alahan Panjang atau Muaralabuh, kemudian turun di lokasi perapatan Panorama Danau Kembar.

Tarif

–          Damri dari Bandara Minangkabau ke Padang : Rp 22.000

–          Bus dari Padang ke Alahan Panjang Rp 20.000

–          Tiket masuk danau : Rp 5.000

 

Begitu turun dari bus di Simpang Panorama Danau Kembar, pengunjung bisa naik ojek ke Danau Diatas atau Danau Dibawah. Pokoknya ke Danau Kembar, sekali datang pasti ingin berulang.

Advertisement