Ribuan Warga di Idlib Kembali Pulang ke Rumah Setelah Adanya Kesepakatan Rusia-Turki

Ilustrasi Serangan udara Rusia di Idlib/ AA

IDLIB – Ribuan penduduk dari benteng oposisi besar Suriah terakhir, Idlib, kembali pulangĀ  ke rumah dalam waktu 48 jam setelah pengumuman kesepakatan Turki dan Rusia untuk menghindari serangan pemerintah.

Saat serangan udara meningkat awal bulan ini, ancamanĀ  dari serangan yang didukung Rusia telah mendorong puluhan ribu warga sipil untuk melarikan diri dari daerah-daerah dekat garis depan.

TetapiĀ Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakanĀ  pengumuman kesepakatan antara Rusia dan pendukung oposisi Turki untuk menciptakan zona penyangga demiliterisasi di sepanjang garis depan sebagai langkah pertama dalam penyelesaian yang lebih luas mendorong banyak orang untuk pulang.

“Sekitar 7.000 orang telah kembali ke kota dan desa mereka sejak pengumuman kesepakatan, terutama di tenggara Idlib dan utara (tetangga) Hama,” kata kepala Observatory Rami Abdel Rahman, Rabu (19/8/2018), dikutip AFP.

Di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota Atme di perbatasan Turki, puluhan warga Suriah mengangkat spanduk untuk menyambut perjanjian tersebut.

“Kami akan kembali, Tuhan mengizinkan,” kata salah satu dar mereka.

“Terima kasih kepada saudara-saudara Turki kami,” kata yang lain, ditandatangani oleh orang-orang dari sebuah kota di utara provinsi Hama yang telah dibombardir dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu demonstran, Marhaf Al-Jadou, mengatakan dia lelah berlari dari tembakan dan serangan udara.

ā€œCukup mengungsi dan duduk di tenda. Kami ingin kembali ke rumah dan anak-anak kami ke sekolah mereka, ā€katanya.

 

Advertisement