Cerita 3 Bocah SD yang Bantu Dompet Dhuafa Sosialisasikan Program Gempa Palu

JAKARTA – Lalu-lalang kendaraan di jalan Warung Jati Barat, Pejaten, Jakarta Selatan tampak padat ketika matahari mulai terbenam. Di tengah semrawutnya lalu lintas, tampak tiga bocah berdiri di bawah lampu merah sambil membawa banner berukuran 1 meter X 50 cm bertuliskan hastag Palu Donggala Berduka.

Ialah Naila, Nafa dan Sindi yang secara tidak sengaja bergabung menjadi relawan bersama Dompet Dhuafa. Sore itu selain menyerahkan sisa uang jajannya untuk donasi, mereka mengajak pengendara yang melintas di Jati Padang untuk bersama membantu korban gempa di Sulawesi.

“Kami lagi pulang sekolah, tiba-tiba lihat ada tim dari Dompet Dhuafa di sini,” terang Naila, siswa kelas 5 SD Negri 07 Ragunan yang mendatangi tim canvasing Dompet Dhuafa ketika menyosialisasikan program untuk Palu dan Donggala. (8/10).

Ketika ditanya kenapa mereka sudi melakukan sosialisasi bersama Dompet Dhuafa,ketiganya menjawab lugu bahwa mereka kasihan melihat kondisi korban gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya.

“Kasian yang kena gempa dan tsunami, rumahnya rusak,” jawab salah satunya sambil bersahutan argumen polos.

Apa yang dilakukan oleh tiga anak tersebut adalah bentuk simpati yang tulus. Mengingat kondisi Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah pasca diguncang gempa dan tsunami yang memprihatinkan. Sejauh ini sudah tercatat lebih dari 1.700 korban jiwa, dengan puluhan ribu luka-luka, dan pulahan ribu lainya mengungsi di tempat yang lebih aman.

Advertisement