PALU – Tim respon kemanusiaan Dapur Keliling (Darling) Dompet Dhuafa menebar distribusi paket makanan untuk warga penyintas gempa dan tsunami Palu di sekitaran 94 titik pengungsian dengan 48.000 jiwa pengungsi.
“Dua hari pasca gempa dan tsunami di Palu, kami langsung melaut dari Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta menuju Sulawesi,” jelas Rusdi, Koordinator Darling Dompet Dhuafa, yang bersandar di Pelabuhan Makassar pada Kamis, 4 Oktober 2018, pukul 15.00 WITA.
Kemudian Darling yang terdiri dari lima relawan, yaitu, Rusdi, Galih, Badi, dan Saprol, langsung menuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, untuk melanjutkan perjalanan respon kemanusiaan ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Di Balai Kota Palu, Darling mendistribusi paket makanan agar-agar fla sebanyak 700 paket pada Selasa (9/10/2018). Keesokan paginya, sebanyak 400 paket bubur kacang hijau kembali didistribusikan Darling Dompet Dhuafa pada Rabu (10/10/2018), di titik pengungsian RRI Jl. R.A. Kartini, Kota Palu.
“Bubur kacang hijau tersebut juga bermanfaat untuk layanan kesehatan sebagai makanan pendamping ASI,” tutur Rusdi.
Kegiatan distribusi paket makanan oleh Darling juga disinergikan dengan kegiatan layanan kesehatan dan assessment PFA (Psychological First Aid) dalam rangka memperingati hari kesehatan mental dunia di RRI dan Sibalaya, Palu sembari mempersiapkan distribusi logistik di pengungsian.





