PASAMAN – Jembatan putus di Jorong Tanjung Pangkal, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat membuat para siswa dan masyarakat terpaksa menggunakan perahu motor menyeberangi Sungai Batang Saman.
Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatakan ada sekitar 400 kepala keluarga yang umumnya anak-anak sekolah di Kapar dan Simpang Empat.
Yulianto mengatakan selain anak sekolah, warga yang tinggal di Gersindo dan Tanjung Pangkal juga terpaksa menyeberangi sungai karena banyak yang bekerja di perusahaan kelapa sawit dan bekerja di Simpang Empat.
“Rata-rata ada sekitar 300 orang yang menyeberangi sungai itu menggunakan perahu motor. Biasanya menggunakan jembatan gantung yang putus itu,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan jembatan Tanjung Pangkal sifatnya segera dilakukan, sebab jembatan itu sangat penting bagi masyarakat. Meskipun ada jalan lain namun membutuhkan waktu satu jam menuju Simpang Empat.
Antara melansir, dia berharap kepada Pemerintah Pusat dapat melihat dan membantu pembangunan jembatan itu segera.
Ia menyebutkan selain menyebabkan jembatan putus, meluapnya Sungai Batang Saman pada Kamis (11/10/2018)Â juga merendam puluhan rumah warga yang ada di sekitar sungai itu.
“Bantuan kebutuhan pokok dan peralatan lainnya sudah kita salurkan. Namun, ada di sejumlah titik yang masih dalam tahap penyaluran, karena terkendala akses transportasi,” katanya.





