
ACEH – Banjir masih merendam dua ganmpong dari 295 gampong atau desa yang terletak di sembilan daerah di Aceh, yang sebelumnya juga terendam banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek mengatakan hingga Jumat pagi ini, masih ada dua tempat yang digenangi air akibat banjir.
Keduanya yakni Cot Amun di Kecamatan Samatiga, dan Jalan Ateung Tepat di Kecamatan Woyla yang keduanya berada di Aceh Barat.
BPBA mencatat, sebagaimana dihimpun Antara, terdapat 295 gampong di 50 kecamatan dengan sembilan kabupaten, yakni Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Simeulue, Pidie, Aceh Utara dengan korban terdampak sekitar 51.000 orang.
Dadek mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kabupaten tersebut, disebabkan karena hujan yang mengguyur wilayah hulu intensitasnya tinggi, dan kawasan dataran rendah sejak 9 Oktober 2018.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah di Aceh saat ini belum memasuki puncak musim penghujan, meski banjir dan tanah longsor melanda sejumlah daerah.
Ia mengemukakan, puncak musim penghujan di provinsi Aceh diperkirakan pada November 2018 untuk wilayah Barat-Selatan, dan secara umum untuk seluruh wilayah di Aceh pada Desember tahun ini.




