Misalnya Nur Danil, siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan, yang jauh-jauh datang untuk ajang OHARA.
āBergabung di acara OHARA ini bisa mengasah kepedulian kita sebagai pelajar terhadap budaya Indoesia. Di samping itu, dengan
OHARA, kita dapat mencari solusi atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Jadi kita tidak hanya mementingkan diri sendiri, namun mementingkan orang lain juga,ā ungkapnya.
Nur mengikuti Lomba Esai pada OHARAĀ dengan judul āKonsolidasi Budaya Siri’Na Pacce Melalui Eksistensi Sikap Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi di Kalangan Pemuda Bugis Makassar”.
Kesan positif lainnya juga datang dari para siswa SMP 1 Kemang, Bogor. Tim mereka menjuarai Lomba Lintas Nusantara dan berhak menyimpan piala bergilir dari Kemendikbud tahun ini.
āAjang OHARA sangat baik untuk pemuda dan pemudi Indonesia. Kita dapat jauh memperdalam pengetahuan tentang budaya-budaya Indonesia. Karena pemuda sekarang banyak yang lebih dekat dengan budaya asing, dan dengan adanya ajang tersebut, membuktikan generasi zaman now tidak lupa dengan budaya Indonesia, serta tidak menganggapnya sebagai hal yang kuno,ā ungkap mereka.
Sementara bagi tuan rumah acara ini menjadi ajang pembinaan bagi para siswa SMART. Mereka dapat berlatih mengelola event, berlatih tampil di depan banyak orang, juga berlatih menjalin relasi dengan orang baru.
OHARA juga menjadi sarana open house untuk SMART. Para siswa pun mengeluarkan banyak tampilan seni mereka yang memukau hadirin pada akhir Oktober lalu.





