Dompet Dhuafa Dukung 16 Hari Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

JAKARTA – Dompet Dhuafa mendukung Gerakan Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang digalakkan secara internasional pada 25 November-10 Desember.

Menurut laporan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), sejumlah 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017.

Satu dari tiga perempuan usia 15-64 tahun di Indonesia mengalami kekerasan oleh pasangan dan selain pasangan selama hidup mereka. Kekerasan yang dialami perempuan paling banyak berupa kekerasaan seksual.

Perempuan yang tinggal di daerah perkotaan lebih banyak mengalami kekerasan dibanding mereka yang tinggal di pedesaan. Sebanyak 36,3 persen perempuan mengalami kekerasan di perkotaan sementara di pedesaan presentasenya sebesar 29,8 persen.

Dengan adanya kampanye Gerakan Anti Kekerasan terhadap Perempuan, diharapkan agar masyarakat turut serta menyuarakan pemenuhan hak atas kebenaran, keadilan, pemulihan, dan ketidakberulangan bagi perempuan korban, khususnya korban kekerasan seksual

Pemerintah dan legislatif juga diharapkan  agar mengawal proses regulasi perundangan terkait anti kekerasan terhadap perempuan..

Gerakan tersebut juga diharapkan sebagai ajang sosialisasi memperkenalkan ikhtiar perlindungan atas kekerasan terhadap perempuan yang telah diinisiasi oleh lembaga kemanusiaan melalui Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa

Selain itu, diharapkan dapat mendorong lembaga filantropi kemanusiaan untuk mendukung pembelaan dan pendampingan keadilan terhadap perempuan khususnya bagi yang tidak mampu.

 

Advertisement