ARGENTINA – Konferensi G20 tidak banyak menghasilkan perjanjian dan hanya menghasilkan beberapa perjanjian yang berarti.
Konferensi puncak internasional tersebut menurut reporter VOA Bill Gallo, lebih tepat disebut pertemuan tatap muka antara satu pemimpin dengan pemimpin lainnya.
Satu hal yang mempersulit dicapainya persetujuan adalah Presiden Trump yang kebijakan nasionalnya tentang “America First” yang seringkali meremehkan peran lembaga internasional seperti G-20.
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan Amerika tetap berkomitmen untuk menjalankan kerjasama internasional.
“Tujuan kita adalah untuk menciptakan kemakmuran bagi setiap warga dunia, untuk membuat peraturan yang memungkinkan hal itu. Kadang-kadang kita berbeda pendapat tentang bagaimana mencapai hal itu, tapi yang penting kita semua sedang mengarah kesana,” katanya.
Tapi karena Amerika secara terbuka mengatakan kepentingan nasionalnya harus didahulukan, banyak negara yang lebih kecil khawatir akan bubarnya lembaga-lembaga internasional.
Berbagai pertemuan tatap muka antara para pemimpin dunia terjadi di KTT ini, dimana Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menggunakan pertemuan itu untuk memperbaiki citranya setelah pembunuhan brutal wartawan Jamal Khashoggi, sementara Presiden Trump berbicara dengan Presiden China Xi Jin-ping untuk mengurangi sengketa perdagangan antara kedua negara.
Sementara Trump membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, karena adanya agresi Rusia terhadap Ukraina.





