JAKARTA – Bakso Boedjangan menjadi salah satu restoran yang mengajak pengunjungnya untuk berdonasi, dimana setiap pembayaran menu di kasir, kelebihan receh yang ada akan ditawarkan untuk didonasikan atau dikembalikan.
DonasiĀ yang terkumpul melalui receh di Bakso Boedjangan, nantinya akan disalurkan melalui Dompet Dhuafa untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan.
Yuswohady, Managing Partner Inventure Indonesia, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Dompet Dhuafa bertajuk āNgopi Cantik: Millenials, Lifestyle, dan Zakatā, mengatakan karakter seorang millenials muslim itu berbeda dengan millenials pada umumnya. Semakin dia pintar, semakin kaya, tapi semakin religius juga.
Sedikit gambaran sederhana dari Yuswohady mengenai karakter generasi millenials muslim tersebut tergambar dalam diriĀ Indah Sekar Arum, salah satu millenials sekaligus owner dari Bakso Boedjangan Cabang Pejaten, Jakarta Selatan.
“Setiap hari kita selalu menerima receh dari pelanggan, kita mengajak mereka untuk ikut berdonasi melalui receh tersebut. Tidak terasa, namun ternyata memiliki impact yang besar,” terang Arum, dalam sambutannya di gelaran āNgopi Cantik: Millenials, Lifestyle, dan Zakatā.
Bakso Boedjangan sendiri merupakan restoran dengan tipikal Millen. Bukan hanya tempat untuk menghilangkan rasa lapar, Bakso Boedjangan juga menghadirkan pengalaman yang menarik.
Tempat dan suasana makan yang nyaman sepertinya menjadi prioritas mengalahkan cita rasa makanan, apalagi kalau harga yang ditawarkan miring. Seperti halnya Bakso Boedjangan, dengan tambahan sentuhan nilai-nilai Islam, menjadi bentuk baru dalam kreatifitas generasi millenials.





