
HUJAN deras disertai angin kencang diprakirakan akan melanda sebagian wilayah Indonesia sampai pekan depan (15/12) sehingga aparat penanggulangan bencana dan masyarakat diminta mengantisipasi kemungknan banjir dan longsor.
Udara menyengat pada pagi hari, menurut Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra di Jakarta, Jumat (7/12), memicu pertumbuhan energi yang besar atau disebut Connective Available Potential Energy (CAFÉ).
CAFÉ adalah fenomena cuaca yang terjadi akibat terangkatnya kantong udara ke atmosfir sehingga memicu pertumbuhan awan vertikal yang menurunkan hujan lebat secara tiba-tiba.
Bencana akibat hujan deras disertai angin kencang di Bogor Kamis lalu, lanjut Agie, terjadi akibat pertemuan cuaca lokal dengan gelombang tropis (Rossby dan Kelvin) yang bergerak menuju katulistiwa.
Kedua gelombang diprakirakan akan masih bergerak ke wilayah selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur pekan ini.
Cuaca ekstrim juga bisa terjadi di sekitar wilayah Belitung, Kalimantan Barat dan Riau hinga pekan depan akibat benturan cuaca lokal dengan monsun dingin Asia yang bergerak dari utara.
Di perumahan Gang Taman Beji, Desa Batubulan, Kab. Gianyar Bali, sekeluarga terdiri lima orang terseret longsor akibat rumah mereka runtuh ke sungai, Sabtu pagi. Made Oktara Dwi Paguna (30) selamat, sedangkan isteri Dwi, Ni Made Lintang Ayu (31) dan tiga anaknya: Putu Dewi(6), Made Adin (4) dan Nyoman Adi (2) meninggal.
Pada hari yang sama, empat orang sekeluarga tewas akibat longsor di Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, Pacitan, Jawa Timur yakni Bogiyem (73), Misgiman (62), Katminem (58) dan Sugirah (46). Jasa mereka berhasil dievaluasi Sabtu sore.
Sehari sebelumnya, Jumat malam hingga Sabtu pagi, hujan lebat mengguyur Kec. Pacitan dan Kebon Agung,mengakibatkan banjir dan longsor sehingga 233 warga Desa Karen dan Purwosari diungsikan.
Cuaca ekstrim tidak bisa ditolak, yang bisa dilakukan ialah melakukan mitigasi bencana agar jika hal itu terjadi risiknya bisa ditekan. Oleh sebab itu, segenap aparat penanggulangan bencana, di pusat maupun di daerah, agar bersiaga, begitu pula aparat desa dan warga.



