Dompet Dhuafa akan Bangkitkan Lagi Aktivitas Ekonomi Peternak Madu yang Lumpuh akibat Tsunami

BANTEN – Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten  Abdurrahman Usman mengatakan Komunitas petani Madu Hutan dampingan Dompet Dhuafa terdampak bencana tsunami.

“Khusus Desa Ujungjaya merupakan salah satu desa dengan Komunitas Petani Madu Hutan dampingan Dompet Dhuafa, dengan terkenanya dampak bencana, petani madu hutan mengalami kerugian baik materi maupun non materi.,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2014 lalu, melalui program pemberdayaan, petani madu hutan dan pengurus Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara (PHMN) membentuk koperasi Hanjuang. Petani yang tergabung dalam koperasi dapat menjual madu ke koperasi dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp. 65.000/kg.

Madu yang sudah dibeli dari masyarakat ini kemudian diolah menggunakan instalasi agar madu yang dijual memiliki kualitas SNI dengan kadar air hanya 20%. Hingga kala itu pemasaran madu hutan tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga internasional.

“Beberapa Negara ASEAN seperti Malaysia dan Brunei juga pernah melakukan impor untuk produk madu hutan ini, dalam sekali pengiriman mencapai 2-5 ton madu”, ujar .

Melihat peta penyebaran dampak bencana dapat dipastikan wilayah tersebut mengalami kelumpuhan baik ekonomi serta aktivitas masyarakat. Terutama Petani Madu yang 100% mengandalkan alam sebagai pundi-pundi ekonomi kerakyatan.

Kini Dompet Dhuafa mencoba kembali membangun meskipun dari nol kembali. Serta memulihkan wilayah sekitar untuk bangkit kembali.

 

Advertisement