Badan Geologi: Retakan di Anak Krakatau Tidak akan Timbulkan Tsunami Sebesar pada 22 Desember

Ilustrasi: Alat pendeteksi tsunami.

JAKARTA – Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, mengatakan retakan di Gunung Anak Krakatau tidak akan membuat longsoran hebat.

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan retakan ini muncul setelah gunung menyusut dari 338 meter menjadi 110 meter.

Namun retakan ini lebih kecil dibanding longsoran yang mengakibatkan tsunami pada 22 Desember 2018, yakni 90 juta kubik.

Menurut Rudy, sebagaimana dikutip Tempo, bila terjadi longsor pun tidak ada yang dapat memprediksi kapan itu terjadi. Ia menambahkan karena volumenya yang relatif lebih kecil, kemungkinan tsunami susulan yang diakibatkan dari longsoran ini juga sangat kecil.

Namun ia mengatakan masalah mitigasi tsunami ditangani oleh BMKG, sedangkan mereka di Badan Geologi hanya menangani masalah vulkanologi.

 

Advertisement