JAKARTA – Ketua Serikat Buruh Migran Kabupaten Indramayu, Juwarih, mendesak pemerintah Indonesia mengawal proses hukum di Singapura atas pembunuhan TKI bernama Nurhidayati Wartono Surata (NWS).
NWS ditemukan tak bernyawa di sebuah hotel di kawasan Geylang, Singapura, Senin (31/12/2018) dengan tanda bekas kekerasan di tubuhnya. Polisi menduga dia dibunuh oleh seorang pria asal Bangladesh yang merupakan kekasihnya.
“Bahwa ini benar pemerintah Indonesia serius dalam hal mengawal memantau terjadinya proses hukum di Singapura jangan sampai si pelaku ini bebas. Dan kalau bisa pelaku ini dihukum seberat-beratnya,” ujarnya, dilansir VOA, Selasa (8/1/2019).
Juwarih, yang telah bertemu keluarga korban dan mengumpulkan data, menyatakan Nurhidayati telah bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Singapura sejak 2012.
Juwarih juga berharap pemerintah menjamin pendidikan anak Nur itu sampai jenjang universitas. “Kami juga berharap janji pemerintah melalui Kepmen tentang BPJS Ketenagakerjaan di situ kan ada beasiswa untuk anaknya TKI yang meninggal dunia,” desaknya.
Sementara terduga pelaku Ahmed Salim (30) telah ditangkap polisi Singapura, 14 jam setelah waktu kejadian. Polisi telah menyeretnya ke pengadilan dan pria itu sudah menjalani sidang pertamanya Rabu (2/1/2019) di mana dia didakwa.
Sidang akan dilanjutkan Rabu depan, dan jika terbukti, hukum Singapura mengancamnya dengan hukuman mati.





