KEBUMEN – Dalam mendirikan pos hangat bagi para pengungsi bencana banjir dan longsor di Kebumen, Jawa Tengah, Dompet Dhuafa memperhatikan pemenuhan gizi bagi pengungsi yang rentan.
Kelompok usia rentan dalam pengungsian yang perlu mendapat perhatian tersebut diantaranya Bayi, balita, anak-anak, dan lansia.
“Kita harus pahami masing-masing warga terdampak ini terdiri dari beragam usia, jenis kelamin, dan kesehatan fisik yang berbeda-beda. Sehingga kita harus ekstra hati-hati. Bisa saja seseorang memiliki alergi terhadap masakan tertentu. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, kita harus perketat untuk penentuan menu-menunya,” ujar drg. Imam Rulyawan MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, dilaporkan Fajar.
Diketahui di Pos pengungsian ada lima bayi usia enam bulan sampai satu tahun. Sekitar 35 anak usia satu hingga lima tahun, dan beberapa lansia diatas 80 tahun yang tentunya harus dibedakan dalam pemenuhan makanan, mulai dari pemenuhan gizi dan tekstur.
Berdasarkan temuan tim Dompet Dhuafa, sudah ada 25 desa di 11 kecamatan tertimpa tanah longsor;37 desa di 13 kecamatan dilanda banjir, dan 13 desa di 16 kecamatan dilanda angin kencang.





