DEPOK – Sri Mulyati, ibu dari Sribulan (11), siswi kelas 5 MI Al Islamiyyah Depok, bersyukur karena anaknya tidak jadi putus sekolah setelah menerima beasiswa pendidikan dari Jamkrindo Syariah.
“Alhamdulillah mas, bersyukur banget anak saya dapat beasiswa ini. Saya bisa tenang setahun kedepan,” terang Sri.
Menurut Sri , anaknya bisa dibilang anak yang pintar, karena sejak kelas 1, Sribulan selalu mendapat rangking, minimal peringkat dua di kelas, setiap tahunnya.
“Anak saya alhamdulillah pintar mas, dari kelas satu rangking terus, paling jelek rangking dua,” terangnya.
Namun, Bulan terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena beratnya biaya sekolah. Ibunya, Sri Mulyati harus menghidupi tiga anaknya seorang diri. Biaya pendidikan Bulan cukup memberatkan Sri Mulyati, dan biaya sekolah Bulan kerap menunggak.
Namun dia kini bahagia karena anaknya masuk menjadi salah satu dari 40 anak yang terpilih sebagai penerima manfaat beasiswa pendidikan yatim dhuafa Jamkrindo Syariah.
Beasiswa pendidikan Yatim Dhuafa merupakan progam beasiswa hasil kerja sama antara Dompet Dhuafa dengan Jamkrindo Syariah dan menyasar kepada 40 siswa yatim di 17 sekolah dasar, di wilayah Jabodetabek.
“Walau anggaran yang dikeluarkan pemerintah sudah sangat besar, namun angka putus sekolah di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 32.127 pada tahun 2018. Semoga dengan beasiswa tersebut, dapat membuat anak-anak lebih giat belajar untuk mengejar cita-citanya,” terang Ahmad Faqih Syarafaddin, selaku Supervisor Social Partnership Dompet Dhuafa





