Dompet Dhuafa Laporkan Kinerja Lembaga Selama 2018

JAKARTA – Dompet Dhuafa mencoba membuka tahun  2019 dengan gelaran Public Expose, untuk melaporkan kinerja lembaga selama 2018, sebagai upaya trasparansi dan menjaga kredibilitas kepada publik, serta donatur.

Bertempat di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta, pada Kamis (24/1/2019), dalam gelaran ini Dompet Dhuafa  melaporkan layanannya untuk menjaga amanah para donatur.

Dilaporkan Taufan, Dompet Dhuafa mencatat jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa dari 1993 hingga 2018 tercatat 19.13 Juta jiwa dari berbagai layanan, dan penghimpunan di 2018 mencapai Rp 312.50 Miliar. Sebanyak 2.151,802 juta jiwa sebaran Penerima Manfaat di 34 provinsi, dan 66.253 jiwa tersebar di 24 negara.

“Alhamdulillah, penghimpunan Dompet Dhuafa setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan. Tentu hal tersebut membawa sinyal positif bagi kami di Dompet Dhuafa untuk menggerakkan dan menjalankan kerja-kerja kemanusiaan, serta keberdayaan dhuafa,” ungkap drg. Imam Rulyawan MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantorpi.

Dompet Dhuafa tidak saja mengelola dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) saja, tetapi juga mengelola dana kemanusiaan untuk bencana yang diakibatkan serangkaian peristiwa alam. Seperti contohnya dalam peristiwa gempabumi di Lombok dan Palu, masa recovery menjadi wujud kolaborasi, baik dengan stakeholder, pemangku kebijakan, maupun di internal Dompet Dhuafa sendiri.

Di internal, di masa recovey kebencanaan, Dompet Dhuafa menghadirkan rumah sementara dan sejumlah fasilitas lainnya melalui DD Kontruksi yang merupakan unit bisnis dari Dompet Dhuafa Sosial Enterprise.

 

Advertisement