Waspada! Merapi dan Bromo Bareng Erupsi

Gunung Bromo di Kab. Probolinggo, Selasa (19/2) menyemburkan abu vulkanik, menyusul Gunung Merapi di Jawa Tengah yang sehari sebelumnya melepas awan panas dan guguran material.

DUA dari lima gunung berapi di P. Jawa yang masih aktif yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitasnya awal pekan ini.

Gunung Merapi (2.930 meter) berlokasi di batas Kabupaten Boyolali dan DI Yogyakarta yang masih berstatus Waspada (Level II), Senin (18/2) dilaporkan menyemburkan awan panas dan guguran material, walau penduduk sekitar lereng masih beraktivitas seperti biasa.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Biologi (BPPKG) lima kali ke arah Kali Gendol, Kab. Sleman, pukul 06.05, 06.13, 06.24, 06.25 dan 06.28.

Muntahan awan panas dan guguran materi berjarak luncur 200 meter ke hulu Kali Gendol terjadi lagi pada pukul 07.32 dan seluruhnya pada hari Senin tercatat 95 guguran, 30 kali diantaranya bisa diamati berjarak 150 sampai 900 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Aktivitas Merapi, menurut Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi Sisi Barat, Dardiri, sejauh ini belum menganggu program wisata petualangan berkendara jeep, mengelilingi lereng Merapi.

Sedangkan Gunung Bromo (2.392 meter) di Kab. Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (19/2) menghembuskan abu vulkanik setinggi 600 meter sehingga warga di sekitarnya dalam radius satu kilometer diminta menjauhi puncak.

Menurut Plt Kapus Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Pos Pemantau Gunung Bromo Wahyu Andrian Kusuma, abu vulkanik erupsi Bromo berwarna putih tipis dan ada juga yang tebal, serta tidak terjadi guguran material atau pijaran api.

Terakhir Bromo mengaami erupsi diiringi lontaran bebatuan, debu, serta pijar api pada Desember 2015 hingga Juni 2016, dan kemudian aktivitasnya meningkat sehingga diberlakukan status Siaga pada September 2016.

BMKG mencatat, Selasa (19/2) paling tidak terjadi 26 gempa susulan dengan magnitudo 5,6 pada pukul 02.30 berpusat di 170 Km selatan Kemranjen, Kab. Malang.
Waspada! Lakukan aksi mitigasi segera, agar jika musibah terjadi, risiko bisa ditekan menjadi sekecil mungkin. (NS/Kompas)

Advertisement