Pendidikan Mitigasi Bencana akan Diterapkan di Sekolah Binaan Dompet Dhuafa

JAKARTA – Dompet Dhuafa Pendidikan mengadakan diskusi tentang “Pendidikan di Wilayah Bencana: Upaya Mitigasi Sejak Dini”, pada Jumat (22/2/2019), di Warunk Upnormal, Cikini, Jakarta Pusat.

Turut mengundang Dr. Nugroho Dwi Hananto, M.Si, selaku Peneliti Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), H.Iskandar Leman, selaku Pakar Kebencanaan dari Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), dan Arif Rahmadi Haryono, selaku General Manager Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa.

“Baik Indonesia maupun Jepang tidak berbeda jauh soal daerah rawan bencana. Tapi sikap antisipasi yang ditunjukan baik dari masyarakat maupun pemerintah dari kedua negara berbeda. Harapannya dengan diadakannya diskusi, kita mampu mempunyai model untuk mengantisipasi kebencanaan ke depannya,” terang Aidil Azhari Ritonga, selaku moderator dan juga Koordinator Center for Education Study and Advocay (CESA), Dompet Dhuafa.

Sementara H. Iskandar Leman, juga mengakui urgensi untuk meningkatkan literasi tentang kebencanaan untuk masyarakat. Sekolah merupakan salah satu sarana yang tepat untuk hal tersebut. Namun demikian, ia juga mengakui tentang polemik-polemik yang mungkin terjadi jika upaya tersebut digerakkan.

“Jika ingin berbicara tentang pendidikan mitigasi harus jelas. Apakah pendidikan mitigasi yang diberikan itu memadai? Bagaimana bentuknya? Sekolah mana saja yang terjaring? Bisa jadi hanya sebagian saja yang terjaring, lalu sebagiannya tidak. Bentuknya juga hanya sampai pada taraf materi-materi penguatan karakter tapi minim praktik. Sebisa mungkin pembicaraan ini jangan sampai sekedar diskusi atau wacana panjang lebar saja. Melainkan harus diwujudkan dalam aksi yang jelas,” ucap Iskandar.

Sejalan dengan penjelasan Iskandar di atas, Arif Rahmadi Haryono, juga menambahkan bahwa kepedulian masyarakat itu sangat terlihat ketika sedang dalam tanggap bencana saja, tapi tidak ketika pada fase pemulihan. Menandakan adanya kekurangan pemahaman masyarakat dalam melihat dan menyikapi isu-isu bencana alam.

Karenanya,  Arif mengatakan melalui sekolah binaan Dompet Dhuafa yang berjumlah 48 ini akan diterapkan model pendidikan mitigasi bencana milik kami. Sehingga hal-hal tadi, seperti sikap kepeduliaan masyarakat pada tanggap bencana saja tapi tidak setelahnya dapat diminimalisir.

Advertisement