Pos Pemeriksaan Israel ‘Kedok’ untuk Eksekusi Warga Palestina

Ilustrasi Gadis Palestina dibunuh pasukan Israel ketika melakukan penyerangan di pos polisi/ Aljazeera

YERUSALEM – Israel dapat membunuh kapan saja, hanya dengan alasan sepele. Buktinya , Ahad (10/3/2019) pagi, Salamah Kaabinah (22 tahun), dari desa Fasayel di Lembah Jordan utara, pergi bekerja seperti biasa tanpa mengetahui bahwa itu adalah hari terakhir hidupnya dan hari terakhir melintas pos pemeriksaan militer penjajah Israel. Karena tidak lama setelah itu peluru serdadu penjajah Zionis merenggut nyawanya.

Ketika Salama tiba di sebuah pos pemeriksaan militer penjajah Israel yang terletak antara desanya dan kota Jericho, para serdadu penjajah Israel menembaknya, dengan dalih dia tidak mematuhi perintah serdadu yang memintanya untuk berhenti. Padahal, dia telah melewati batas salah satu kendaraan yang berada di pos pemeriksaan tersebut. Dua pemuda yang menemaninya melarikan diri ke tempat terbuka setelah penembakan teresbut.

Pagi itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan kematian Salamah di pos pemeriksaan militer Israel di daerah Lembah Jordan di Jericho.

Pasukan penjajah Israel sering kali menyampaikan banyak dalih dan klaim palsu untuk membenarkan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap warga Palestina saat mereka melintas di pos pemeriksaan militer.

Pereistiwa seperti ini sering terjadi berulang kali dari waktu ke waktu. Korbannya adalah pemuda atau pemudi yang ingin menyeberangi pos pemeriksaan militer penjajah Israel.

Seperti dilansir Info Palestina, seperti biasa, media-media Israel cepat-cepat membenarkan tindakan barbarisme dan kesadisan prajuritnya teresbut dengan dalih dan klaim-klaim lemah dan palsu dengan menuduh pemuda Palestina tersebut tidak mematuhi perintah, guna membenarkan aksi pembunuhan sistematis tersebut dan membebaskan para penjahat dan pelaku pembunuhan terbebas dan pertanggung jawaban dan hukuman.

Advertisement