Ayo! Kurangi Sampah Plastik

Indonesia menempati urutan kedua penghasil sampah plastik dunia, di bawah China, diatas Thailand, Filipina dan Vietnam. Sampah plastik yang dihasilkan Indonesia sekitar 64 juta ton per tahun, 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut.

PRESTASI yang ini sungguh tidak membanggakan. Indonesia bertengger di ranking kedua penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia setelah China, kemudian diikuti Thailand, Filippina dan Vietnam.

Menurut catatan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut.

Selain itu, tercatat sebanyak 85.000 ton dari sekitar 10 milyar lembar kantong plastik yang trebuang ke lingkungan setiap tahunnya.

Jabodetabek merupakan Kawasan penyumbang sampah terbesar di Indonesia dengan jumlah produksi 17.000 ton sehari, sekitar sepertiganya berupa sampah plastik yang sukar terurai.

Jika dibuang ke laut, sampah plastik dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastik berukuran 0,3 – 5 milimeter yang sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menargetkan penyusunan peta jalan (road map) terkait tanggungjawab produsen kemasan plastik tahun ini memuat limit produksi dan pengurangan produksi sampah minimal 30 persen dalam kurun 10 tahun ke depan.

Kebijakan pengurangan sampah plastik diberlakukan bagi perusahaan pemroduksi, ritel dan toko serta para penyedia jasa seperti hotel dan usaha rumah makan.

Butuh Waktu
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK Vivien Ratnawati saat peluncuran acara Aksi Kemitraan Plastik Nasional (NPPA) di Jakarta (11/3) mengakui, peta jalan memerlukan waktu karena melibatkan produsen dan asosiasinya.

“Para produsen sampah memerlukan waktu mendesain ulang kemasan agar hemat plastik dan bisa didaur ulang. Mereka juga butuh waktu menyiapkan sistem untuk menarik kemasan yang telah beredar di masyarakat, “ tuturnya.

Menurut dia, peta jalan memuat limit produksi kemasan plastik dan target pengurangannya dalam waktu 10 tahun, sehingga nantinya, yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya sampah yang tidak bisa dilakukan 3R (reduce, reuse and recycle).

Sejumlah perusahaan swasta juga menyatakan ikut ambil bagian dalam upaya pengurangan produksi sampah plastik.

Danone-Aqua misalnya komit untuk memproduksi kemasan plastik yang 100 persen bisa didaurulang, begitu pula Cocacola, sedangkan grup CEO MAP mengaku telah mengevaluasi penggunaan kantong plastik di gerai-gerai jejaringnya.

PT Chandra Asri seperti disampaikan salah satu general manajernya, Edy Rivai mengemukakan, pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Cilegon untuk memanfaatkan sampah plasik sebagai campuran aspal dengan perbandingan tiga ton kresek plastik untuk satu kilometer ruas jalan.

Indonesia menjadi negara pertama yang komit untuk mewujudkan program “Global Action Plastic Partnership” yang dihasilkan World Economic Forum yang digelar di New York, 24 Sept. 2018 dengan target menurunkan hingga 70 persen sampah di laut pada 2025.

Persoalan sampah, adalah persoalan seluruh umat manusia. Mari kita bersatu padu mengatasinya.Jangan sampai, kita dan anak-cucu kelak, menikmati hidangan “fish, prawn atau crab plastic seafood”. (Kompas/NS)

Advertisement