
BANTUL – Banjir yang melanda Bantul, Ahad (17/3/2019) menyisakan lumpur dan meterial padat yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Sejak Senin pagi hingga petang masyarakat bergotong-royong membersihkannya, baik di rumah pribadi dan fasilitas umum. Cuaca cerah sepanjang hari kemarin sangat disyukuri warga Bantul karena mempercepat pekerjaan bersih-bersih.
Begitu pula segenap Tim Respon Bencana Dompet Dhuafa Jogja dan para volunteernya. Tidak kurang dari 15 orang tergabung dalam tim. Mereka bersama-sama membersihkan sejumlah fasilitas umum dari endapan lumpur.
“Target pembersihan kali ini adalah SD Karangtengah Baru dan SMP N 2 Imogiri Bantul. Ruang kelas, ruang guru, dan mushola tak luput dari tangan-tangan cekatan para anggota tim,” ungkap Pemimpin Cabang Dompet Dhuafa Jogjakarta, Bambang Edy Prasetyo kepada KBKnesw.id, Selasa (19/3/2019).
Rekan Bambang, Yayak, sebagai koordinator tim relawan menjelaskan bahwa ketebalan lumpur bervariasi antara 0,5 hingga hampir sekitar 5 cm.
“Tidak mudah membersihkan lumpur yang sudah mengendap. Untuk itu diperlukan, supplai air yang lancar. Tapi jika terhambat, maka harus dikorek beberapa kali hingga lumpurnya hilang,” jelas Yayak.
Sementara itu, Imam Hidayat selaku komandan respon Dompet Dhuafa Jogja di sesi briefing pagi menjelaskan pentingnya pembersihan kedua sekolah tersebut mengingat pekan depan akan diadakan latihan ujian nasional. Kebersihan ruang kelas menjadi faktor penting dalam kenyamanan siswa menjalani ujian.




