JAKARTA – Mohammad Aljaleel penyayang kucing asal Suriah, menyentuh hati jutaan orang di dunia saat tempat penampungan kucingnya yang berada di Kota Aleppo jatuh ke pasukan pemerintah Suriah pada 2016 silam.
Lebih dari 180 kucingnya hilang atau mati. Seperti halnya ribuan warga sipil lain yang terperangkap di bagian timur kota yang terus dibombardir jet-jet Rusia dan Suriah, ia terperangkap.
Seperti dilaporkan BBC (26/3) kini ia kembali bangkit dan membuka tempat penampungan untuk membantu anak-anak dan juga binatang. Dengan menggunakan penggalangan dana massal, bantuan banyak datang dari para pecinta kucing dari seluruh dunia melalui Facebook dan Twitter.
Di Aleppo pria yang akrab disapa Alaa dan timnya membeli generator, menggali sumur dan menyimpan makanan. Pada saat terjadi pemboman, mereka melatih anak-anak untuk tetap menyayangi binatang.
Mereka juga membentuk tempat bermain di dekat penampungan kucing agar anak-anak bisa bermain dengan kucing-kucing. Tempat penampungan itu kini diperluas menjadi rumah yatim piatu, taman kanak-kanak dan klinik hewan.
Ia memiliki prinsip bahwa mengajar anak-anak untuk menjaga binatang yang terlantar juga mengajar pentingnya kasih sayang ke semua makhluk hidup dan cara ini akan membantu mereka mengatasi trauma perang.
“Anak-anak dan binatang adalah korban terbesar dalam perang Suriah,” katanya.





