JAKARTA, KBKNEWS.id – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membela bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, setelah pemain tersebut dikritik Menteri Pertahanan Israel karena menunjukkan dukungan kepada Palestina.
Sanchez menyebut aksi mengibarkan bendera Palestina tidak bisa dianggap sebagai bentuk kebencian.
“Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang juga dirasakan jutaan warga Spanyol. Itu justru membuat kami bangga padanya,” tulis Sanchez di platform X, Kamis (15/5/2026).
Kontroversi muncul setelah Yamal membawa dan mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona di kota Barcelona pada Senin lalu. Parade tersebut dihadiri sekitar 750 ribu orang yang merayakan keberhasilan klub meraih gelar Liga Spanyol musim ini.
Pemain berusia 18 tahun itu juga mengunggah foto dirinya memegang bendera Palestina di akun Instagram pribadinya. Unggahan tersebut langsung viral dan memicu beragam reaksi di media sosial.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuding Yamal “menghasut kebencian terhadap Israel” lewat aksinya tersebut. Namun pemerintah Spanyol diketahui termasuk salah satu pihak di Eropa yang cukup vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza.
Perang di Gaza juga memicu gelombang protes di dunia olahraga dan hiburan internasional. Di Spanyol, demonstrasi terkait Palestina sempat muncul dalam ajang sepak bola, balap sepeda hingga Eurovision.
Tahun ini, Spanyol bahkan termasuk dalam lima negara yang memboikot Eurovision sebagai bentuk protes atas keikutsertaan Israel.
Yamal sendiri diperkirakan tetap menjadi salah satu andalan Timnas Spanyol pada Piala Dunia mendatang di Amerika Utara.





