Pertama di THK 1447 H, Dompet Dhuafa Buka Program Kurban Unta di Somalia

A group of camels drinking water on a gloomy day in desert

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa menghadirkan inovasi baru dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah dengan membuka program kurban unta untuk pertama kalinya.

Program ini menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang selama ini lebih mengenal kurban sapi, kambing, maupun domba saat Iduladha.

Ketua THK 1447 H Dompet Dhuafa, Ali Bastoni, mengatakan program kurban unta dihadirkan untuk memberi pengalaman berbeda dalam beribadah kurban. Menurutnya, masyarakat selama ini lebih akrab dengan hewan kurban konvensional seperti sapi dan kambing.

“Kita ingin menawarkan experience baru di momen kurban,” ujar Ali Bastoni.

Pada pelaksanaan perdana tahun ini, kurban unta dilakukan di Somalia melalui kerja sama dengan mitra lokal. Dompet Dhuafa menyebut pelaksanaan di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari syarat usia hewan hingga regulasi yang berlaku.

Ali menjelaskan sebagian besar unta di Indonesia masih berusia di bawah tiga tahun sehingga belum memenuhi syarat kurban. Selain itu, izin pemanfaatan unta saat ini umumnya masih diperuntukkan bagi kebutuhan breeding, koleksi, maupun wisata.

Program kurban unta dinilai memiliki keunggulan dalam jumlah distribusi daging. Dengan bobot yang dapat mencapai lebih dari 500 kilogram, satu ekor unta diperkirakan mampu menjangkau lebih dari 100 penerima manfaat.

“Angle-nya lebih ke dua kali lipat penerima manfaat dibanding daging sapi,” katanya.

Selain jumlah distribusi yang lebih besar, teknik penyembelihan unta juga berbeda dibanding sapi. Jika sapi biasanya direbahkan terlebih dahulu, unta umumnya disembelih dalam posisi berdiri.

Meski masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan stok unta, Dompet Dhuafa optimistis program tersebut dapat berjalan lancar dengan dukungan mitra lokal serta persiapan yang matang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here