GAZA – Israel terus melakukan serangan udara ke Gaza pada Selasa (26/3/2019) dan gerilyawan Palestina meluncurkan roket baru meskipun Hamas telah mengumumkan ada kesepakatan gencatan senjata.
Penguasa Islamis Gaza, Hamas, telah mengatakan pada Senin malam bahwa gencatan senjata yang ditengahi Mesir telah disepakati menyusul ledakan kekerasan hanya dua minggu sebelum pemilihan umum Israel.
Tetapi tentara Israel melaporkan tembakan mortir tengah malam dan 30 peluncuran roket baru dari Gaza, di atas 30 roket yang terdeteksi sebelumnya pada malam hari.
Israel menyerang sekitar 15 target baru termasuk apa yang dikatakan tentara adalah kompleks militer Hamas dan posisi Jihad Islam, menambahkan dalam pernyataan bahwa mereka akan “meningkatkan aktivitas operasional sesuai kebutuhan”.
“Tanggapan kami sangat kuat, sangat sangat kuat,” ungkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada wartawan Israel yang menemaninya dalam kunjungan ke Washington.
“Hamas perlu tahu bahwa kami tidak akan ragu untuk masuk (ke Gaza) dan mengambil semua langkah yang diperlukan,” katanya dalam sambutan yang disiarkan di radio publik Israel. ”
Pada malam hari, seorang wartawan AFP melaporkan melihat beberapa roket ditembakkan dari utara Gaza ke arah Israel.
Serangan itu sebagai tanggapan terhadap serangan roket jarak jauh yang jarang dari kantong Palestina yang menghantam sebuah rumah di utara Tel Aviv dan melukai tujuh orang pada Senin pagi.
Sementara Hamas telah mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata, namun dari pihak Israel tidak mengomentari laporan tersebut.
“Upaya-upaya Mesir berhasil dengan gencatan senjata antara pendudukan dan faksi-faksi perlawanan,” kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum.





