
JAKARTA – Puluhan orang, di antaranya anak-anak dan kaum perempuan, mengaku warga Indonesia dan ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS, yang saat ini berada di kamp pengungsi di Al-Holmur.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir menyatakan akan memverifikasi terlebih dahulu pengakuan mereka, seperti saat proses pemulangan kembali atas 17 WNI dari Suriah pada 2017.
Menurutnya, verifikasi membutuhkan proses panjang dan memakan waktu lama, baik di Suriah maupun Indonesia.
“Apakah mereka benar-benar WNI. Setelah itu ada tahap selanjutnya, yaitu melihat situasi mereka, keadaan mereka, terkait psikologisnya, radikalisme mereka dan sebagainya, itu terus kita kawal, sampai nanti ada keputusan bagaimana kita bisa membantu mereka,” jelas Armanatha, dilaporkan Arin Swandari dari BBC News Indonesia.
Kemenlu belum bisa memastikan kapan tahap-tahap tersebut bisa dilakukan, katanya.
Yang pasti, menurutnya, proses akan melibatkan pihak Imigrasi, kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT, hingga keluarganya di Indonesia.




