JAKARTA (KBK) – Setelah 1,5 tahun berada di kawasan yang diblokade Israel di Gaza, akhirnya tiga relawan “Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)” Indonesia, dapat keluar melalui pintu perbatasan Rafah menuju Mesir.
Mereka melalui 20 check point baru dapat keluar dari kawasan tersebut. “Setelah dua hari berikhtiar dan mengantre di perbatasan Rafah (wilayah perbatasan Gaza dan Mesir), akhirnya dengan izin dan pertolongan-Nya, mereka bisa keluar dari Jalur Gaza,” kata Ketua Presidium MER-C Indonesia dr Henry Hidayatullah, di Jakarta, Senin malam (15/2/2016).
Melalui Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris, ia menjelaskan bahwa relawan dimaksud adalah Site Manager RS Indonesia di Gaza Ir Edy Wahyudi, Karidi dan Miyanto.
Relawan MER-C itu bertugas menjalankan Rumah Sakit (RS) Indonesia itu bisa keluar dari wilayah terblokade Jalur Gaza, Palestina.
“Sementara dua relawan lainnya, yaitu Reza Aldilla dan Muhamad Husein masih berada di Jalur Gaza,” katanya seperti dikutip KBK dari Antara..
Relawan MER-C itu sejak Sabtu (13/2) pagi telah bersiap menuju perbatasan Rafah untuk mengantre bersama ribuan orang lainnya.
Namun pada hari Sabtu itu kesabaran relawan kembali diuji karena mereka belum mendapat izin keluar dari Gaza.
Pada hari Minggu (14/2) mulai jam 08.00 waktu setempat ketiga relawan kembali mengantre untuk mengurus izin di perbatasan Rafah, dan barulah pada jam 17.00 sore akhirnya tiga relawan RS Indonesia bisa keluar dari Gaza bersama sedikit orang yang berhasil keluar pada hari itu.
Dengan menggunakan taksi sewaan, ketiganya mulai bergerak dari Rafah menuju Kairo.





