ASEAN akan Ciptakan Zona Nyaman bagi Rohingya di Myanmar agar Mau Kembali

Ilustrasi

DHAKA – Perhimpunan Bangsa Bangsa  Tenggara (ASEAN) ingin berperan  dalam pemulangan pengungsi Rohingya yang tinggal di Bangladesh.

“Thailand adalah ketua ASEAN saat ini. Mereka bersedia mengambil peran utama dalam proses repatriasi Rohingya, ” ujar Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan dengan rekannya dari Thailand Don Pramudwinai di Dhaka.

Pramudwinai telah memberi tahu pihak berwenang Bangladesh bahwa Thailand telah mengirim delegasi untuk mengunjungi desa-desa di Rakhine, tetapi Momen menuduh pihak berwenang Myanmar membawa delegasi asing ke desa-desa yang tidak rusak selama kekejaman.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang proposal Bangladesh untuk menciptakan ‘zona aman’ di Rakhine untuk Rohingya, Momen mengatakan Pramudwinai setuju dengan gagasan itu.

Pramudwinai mengatakan ASEAN ingin menciptakan lingkungan seperti itu di Myanmar di mana Rohingya mungkin merasa aman untuk kembali.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat akan serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah terbunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA).

 

Advertisement